Tidak banyak diberitakan dan tak banyak di gembar gemborkan itulah potret hari nelayan nasional, termasuk tahun ini. Tak ada perayaan atau sekedar seremonial untuk memperingatinya sama halnya seperti kondisi para nelayan kita yang masih jauh dari kata terperhatikan. Tidak banyak yang peduli, walaupun sudah adanya gagasan bangsa untuk menjadikan Indonesia menjadi poros maritim dunia. Indonesia dengan bentang alam perairan yang dominan tapi nasib nelayan berkebalikannya. Lalu kapan Indonesia akan menjadi poros maritim dunia itu akan terwujud? ataukah cuma menjadi semboyan yang termakan oleh jaman.
Masih terseok - seok nya nasib nelayan Indonesia diantara 31an juta jiwa penduduk republik ini yang masuk golongan miskin yang mencapai 7,87 juta masuk aktegori nelayan. Jauh dari kata mentereng nelayan sebuah profesi yang cenderung menonjol dengan kata kulit yang gelap terbakar matahari atau bau amis, dengan jam kerja yang tidak layaknya pekerjaan lainnya.
Hal yang terjadi di antar nelayan pun bisa menjadi ironi miris untuk kita tau, banyak nelayan Indonesia yang hidup merana dengan belitan hutang, hidup jauh dari kata sehat serta runah pun bisa dibilang tak layak. Dengan nenek moyang kita yang dibilang seorang pelaut, pantaskah semua ironi itu?
Artikel keren lainnya:
Belum ada tanggapan untuk "Selamat Hari Nelayan Nasional, Jayalah Bangsaku Jayalah Perikanan indonesia"
Post a Comment